Mengenal Mobil Langka Porsche 64 Berlin Rome 1939, Hanya 3 Unit di Dunia

Replika mobil itu diciptakan sama serupa dengan kendaraan yang asli. Mobil itu melulu diproduksi tiga unit di dunia dan tidak berlanjut sebab meletus Perang Dunia II. Saat ini, melulu ada satu unit mobil yang tersisa. LudoQQ pokerace99
Berdasarkan sejarahnya, mobil ini adalahambisi Ferdinand Porsche untuk menciptakan mobil yang lebih enteng dan cepat ketimbang VW Beetle. Mobil tersebut akan dipakai untuk pacuan jalan raya Berlin-Rome pada September 1939.
Dasar mobil ini ialah VW Beetle bermesin 1100 cc, yang tenaganya dinaikkan dari 23 HP menjadi 40 HP. Bodi mobil diganti aluminium sampai-sampai berat keseluruhannya menjadi 618,7 kilogram yang menciptakan kendaraan ini dapat melaju dengan cepat.
Porsche 64 yang terakhir dipunyai oleh Ferry Porsche gang yang dibalikkan dari Batista Ferina pada 1947. Pada 1949, mobil ini dipasarkan kepada pembalap Austria, Otto Mathe, yang digunakan untuk memenangkan Alpine Rally 1950. Pada 1997, Porsche 64 dipasarkan kepada tukang koleksi dari Vienna Austria, Thomas Gruber.
"Walaupun ini replika, tetapi diciptakan sama serupa seperti aslinya sampai jeroan mesin dan onderdilnya," ujar Wahyu Pamungkas, empunya Yumos Garage.
Replika yang adalahpesanan penduduk Jerman ini digarap Yumos Garage sekitar 1,5 tahun dengan harga jual lebih dari Rp 1 miliar. Mobil yang memakai sasis VW 1961 ini juga dapat berjalan laksana biasa, namun tidak dianjurkan untuk pemakaian sehari-hari sebab suhu di dalam mobil aluminium terasa panas dan dapat mencapai 40 derajat Celsius serta tidak dapat dipasang pendingin.
Proses Membangun Mobil yang Menantang
Lelaki yang akrab disapa dengan nama Yudi ini menyatakan proses membina replika mobil itu tidak gampang dan sarat tantangan. Populasinya yang melulu tiga unit di dunia menciptakan Yudi kendala mencari blue print mobil guna dijadikan acuan.
Salah seorang kenalannya di Jerman sukses melobi museum VW untuk menolong mencari blue print Porsche 64. Dari acuan yang diperolehnya, Yudi menciptakan dummy dari bahan kayu yang lantas dikembangkan menjadi pola serupa dengan aslinya.
Bahan utama yang dipakai juga tetap VW Beetle, akan namun body, aksesoris, dan lantai diproduksi handamade. Bodi memakai bahan aluminium dua milimeter dan lantai menggunakan aluminium tiga milimeter.
Pembuatan lekukan bodi fanatik Berlin Rome pun membutuhkan kiat khusus karena aluminium elastis dan tidak seperti banyak sekali plat bodi mobil pada lazimnya yang dapat menggunakan media api.
"Saya buat alat sendiri guna menekuk aluminium, sehingga ketika menekuk dapat lebih mulus, tekukan pada kap mesin, grill, dan sebagainya," kata Yudi


