Investasi Rp31,9 Triliun, LG Chemical Siap Bangun Pabrik Baterai di Indonesia

Pemerintah terus menyokong perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Bahkan, melewati Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan investasi dari Korea Selatan (Korsel), khususnya di sektor industri yang menjadi prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.
Upaya mendorong investasi tersebut, juga dilaksanakan untuk memperdalam struktur industri di dalam negeri, karena Korsel mempunyai sejumlah korporasi yang sudah berperan dalam rantai pasok global. http://68.183.232.134/
"Salah satu perusahaan dari Korsel, yaitu LG Chemical, telah mengucapkan minatnya untuk mengerjakan investasi membangun pabrik baterai terintegrasi di Indonesia, yang mencakup pabrik baterai sel, baterai modul, hingga kemudahan daur ulang baterai," ujar Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta,
Lanjutnya, Menteri Agus bareng jajaran melakukan one on one meeting dengan direksi LG Chemical. Dari hasil pertemuan tersebut, LG Chemical berkomitmen menanamkan investasinya senilai USD2,3 miliar atau setara Rp31,9 triliun.
Uji Baterai Motor Listrik
Berdasarkan keterangan dari Menperin, LG Chemical sudah mengerjakan kajian-kajian awal supaya investasinya di Indonesia dapat berhasil dan cocok rencana. Korporasi raksasa asal Negeri Ginseng tersebut juga mengucapkan keinginannya untuk mengerjakan studi bersangkutan pemakaian baterai listrik pada sepeda motor dalam menyokong pemakaian kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
"LG berniat untuk mengerjakan penelitian dan menyokong studi, mengerjakan kajian-kajian guna kendaraan, khususnya sepeda motor listrik," tambahnya.
Sementara pihak Kemenperin pun menyambut baik rencana LG dan menganjurkan untuk memilih Surabaya, Jawa Timur sebagai distrik yang bakal diuji jajaki dengan pemakaikan motor berbaterai besutan LG Chemical.
"Surabaya sangat hendak untuk menyokong lingkungan yang sehat. Ini adalahsatu kesatuan yang diinginkan sesuai dengan asa LG dan Indonesia, yang sama-sama saling menguntungkan," pungkasnya.


