LUDOQQ BandarQ | Agen BandarQ | BandarQQ | Domino 99 | DominoQQ

Situs Bandar Judi BandarQ dan Domino99 Online

LudoQQ

Thursday, November 21, 2019

Di Negara Ini Narapidana Baca Satu Buku Dikurangi Masa Tahanannya

Di Negara Ini Narapidana Baca Satu Buku Dikurangi Masa Tahanannya

Di Negara Ini Narapidana Baca Satu Buku Dikurangi Masa Tahanannya




Jika mendengar kata penjara tentu yang terlintas ialah tempat semua penjahat dikurung. Penjara ialah tempat karantina untuk pelaku kriminal. Di sana, diinginkan para narapidana dapat menyesali perbuatannya dan berubah sikap sesudah bebas nanti. Klik di sini

Tak heran bila tidak sedikit penjara yang merealisasikan program eksklusif untuk membetulkan sikap-sikap semua narapidana. Tak melulu itu, berperilaku baik pun terkadang dapat mengurangi masa tahanan.


Ternyata ada sejumlah negara yang mempunyai program menarik di penjara yang dapat meringankan masa tahanan semua narapidananya. Salah satunya di negara Brasil.

Negara ini mempunyai program yang lumayan unik untuk meminimalisir masa tahanan napi. Brasil merealisasikan program menyimak untuk semua napi yang hendak mengurangi masa tahanannya. Klik di sini


Mengurangi Masa Tahanan dengan Membaca

Selama satu tahun semua napi melulu diberi maksimal 12 buku. Itu artinya, untuk napi yang menuntaskan 12 kitab dalam satu tahun maka masa tahanan bakal dikurangkan sejumlah 48 hari.

Banyak orang yang mengatakan dapat saja semua napi tersebut berdusta telah menuntaskan 1 buku supaya bisa dikurangi masa tahanannya. Ternyata tidak semudah itu.

Di samping membaca, semua napi juga diwajibkan membuat rangkuman tentang kitab yang dibaca. Menariknya, penulisan rangkuman mesti dengan tata penulisan yang baik, mulai dari paragraf sampai margin artikel yang dapat gampang dibaca.

Narapidana yang hendak mengurangi masa tahanannya bakal diberi waktu sampai empat minggu untuk menyimak setiap kitab dan mencatat sebuah esai. Adapun kitab bacaan yang disediakan oleh penjara ialah buku-buku bertajuk filsafat, sains, sastra, dan kitab klasik.


Penebusan Melalui Membaca

Setelah semua narapidana selesai menyimak dan menciptakan esai, esai itu akan dikoleksi dan dinilai. Esai yang diciptakan narapidana, selanjutnya dinilai oleh panel eksklusif yang menyimpulkan apakah narapidana tersebut mengisi syarat guna lulus dalam program "Redemption through reading".

Melalui program ini diharapkan, narapidana yang bakal meninggalkan penjara akan memiliki visi yang lebih terang dalam menghadapi dunia dan menjadi insan yang lebih baik. Tak melulu Brasil, Italia pun sudah merealisasikan program menyimak untuk meminimalisir masa tahanan ini.

Bedanya, kitab yang dibaca jangan sembarang buku, terdapat kriterianya. Di antaranya, kitab yang dibaca mesti setebal 400 halaman atau lebih dan diamini oleh staf penjara.

Buku yang dibaca jangan buku-buku bergambar laksana komik. Setiap menyimak satu buku, maka tahanan bersangkutan bakal mendapat pengurangan masa tahanan sekitar 3 hari.