Cerita Pria yang Sukses Bangun Jaringan Hotel di Usia 25 Tahun

Hanya dalam enam bulan, Ritesh Agarwal yang putus dari sekolah sukses mengganti nasibnya. Kini, dia dapat menjadi di antara miliarder termuda di India. Klik di sini
Semua bermula, pada usianya yang ke-19, Ritesh menegakkan jaringan layanan hotel OYO di Kota Gurgaon, di luar ibu kota India.
Kian agresif sekarang jaringan hotel OYO makin meluas di India, menjangkau 18 ribu lokasi. Di China nyaris mencapai 13 ribu. Tidak melulu di India dan China, hotel ini dapat ditemukan di Inggris, Indonesia, Filipina, dan Uni Emirat Arab.
Bahkan kini, pada usianya ke-25, Ritesh hendak mengembangkan hotelnya secara global dan berencana memperluas sampai ke Amerika.
"Amerika ialah salah satu pasar perhotelan terbesar, baik dalam urusan pariwisata dalam negeri dan internasional dan karenanya tersebut memberi kesempatan besar untuk kami," jelas Ritesh Agarwal laksana mengutip dari CNN, Jumat (8/11/2019)
Sebenarnya jaringan hotel OYO telah ada di Amerika, di 200 lokasi. Tetapi Ritesh menyatakan masih kurang. Pada Agustus lalu, OYO telah melakukan pembelian Hooters Casino Hotel dan sudah dinamai ulang sebagai OYO Hotel & Casino Las Vegas..
Selama ini, jaringan hotel OYO dikenal murah. Rata-rata tarif kamar yang dikenakan USD 30 atau Rp 421 ribu (1 USD = Rp 14.038) per malam.
Hotel OYO
OYO tadinya didirikan pada 2002, sebagai layanan jaringan hotel online mempunyai nama Oravel Travel yang mengumpulkan susunan kamar hotel murah. Salah seorang partner Hotel OYO mengatakan tersebut serupa dengan konsep Airbnb.
Awalnya gagasan tersebut dirasakan tidak cocok untuk India pada ketika itu. Salah seorang rekan Ritesh bahkan menganjurkan untuk mengolah konsep. Tapi ketika itulah Ritesh merasa percaya diri dengan idenya.
Terbukti, sekarang OYO yang adalahsingakatan dari "On Your Own" kesudahannya memperluas cabangnya pada tahun 2006 dan berkembang sampai sekarang.
Perusahaan kini mempunyai lebih dari 35.000 jaringan hotel di 800 kota, dan mempekerjakan 20.000 orang, yang setengahnya di India.
Namun sayang Ritesh menampik untuk mengungkapkan penghasilan perusahaan. Namun OYO terdaftar memiliki sejumlah investor lain tergolong SoftBank, Sequoia Capital India, Airbnb dan Greenoaks Capital, yang diduga bernilai USD 10 miliar.
Pada bulan Oktober, perusahaan mengoleksi USD 1,5 miliar lagi, tergolong investasi USD 700 juta dari Agarwal, yang kini mempunyai 30 persen saham di perusahaan.
Agarwal pun membeli saham yang terdapat senilai USD 1,3 miliar dari investor Lightspeed Venture Partners dan Sequoia Capital.


