LUDOQQ BandarQ | Agen BandarQ | BandarQQ | Domino 99 | DominoQQ

Situs Bandar Judi BandarQ dan Domino99 Online

LudoQQ

Tuesday, September 10, 2019

Beli Food Junction Manajemen, BreadTalk Siapkan Rp 818 Miliar

Beli Food Junction Manajemen, BreadTalk Siapkan Rp 818 Miliar

Beli Food Junction Manajemen, BreadTalk Siapkan Rp 818 Miliar


baru-463

Perusahaan produsen food and beverage (F&B) BreadTalk Group Ltd berencana untuk melakukan pembelian saham operator food court Singapura, Food Junction Manajemen Pte. Ltd. BreadTalk adalahperusahaan yang terdaftar di bursa Singapura yang mengawali bisnisnya di tahun 2000.

Rencananya, BreadTalk akan melakukan pembelian Food Junction ekuivalen SGD 80 juta atau setara dengan Rp 818 miliar (1 SGD = Rp 10.226). Food Junction Manajemen ini masih terafiliasi dengan Lippo Group.

CEO BreadTalk George Quek sebetulnya adalahpendiri dari Food Junction Management. Ia bareng teman-temannya menegakkan bisnis ini pada 1993 tetapi lantas ia meninggalkan bisnis itu pada 2000 sebab memulai bisnis sendiri yakni BreadTalk.

BreadTalk memberitahukan pada mula September kemarin bahwa mereka akan melakukan pembelian Food Junction Singapura dan Malaysia. Rencana itu tinggal menantikan persetujuan dari pemegang saham.

Dikutip dari Business Insider, Senin (9/9/2019). menurut laporan keuangan, nilai aset bersih Food Junction diduga sekitar SGD 12,3 juta atau Rp 125 miliar.

BreadTalk menambahkan bahwa pihaknya telah mengerjakan negosiasi angka penjualan Food Junction. Pertimbangan yang dilaksanakan berupa nilai strategis food court, kinerja keuangan, dan potensi penghasilan di masa depan.

Pembelian Food Junction ini dinyatakan akan menyerahkan pendapatan tambahan untuk BreadTalk. Food Junction ketika ini sedang menjalankan 12 food court di Singapura. Termasuk Five Spice Food Court di Bandara Jewel-Changi, dan tiga di Malaysia.

Dalam presentasi untuk investor, BreadTalk menuliskan sedang menggali untuk melakukan pembelian semua 1.489 juta saham Food Junction Management (FJM) dan akan ditunaikan tunai. Sekitar 40 persen dari jumlah itu akan berasal dari sumber daya ketika ini, tergolong uang tunai, sedangkan 60 persen bakal dibayarkan melewati pinjaman