LUDOQQ BandarQ | Agen BandarQ | BandarQQ | Domino 99 | DominoQQ

Situs Bandar Judi BandarQ dan Domino99 Online

LudoQQ

Friday, December 6, 2019

Usai Harley Davidson, Bea Cukai Bakal Selidiki Garuda Soal Ferarri Ilegal

Usai Harley Davidson, Bea Cukai Bakal Selidiki Garuda Soal Ferarri Ilegal

Usai Harley Davidson, Bea Cukai Bakal Selidiki Garuda Soal Ferarri Ilegal




Maskapai PT Garuda Indonesia jadi sorotan publik sebab temuan penyelundupan onderdil motor gede (moge) Harley Davidson keluaran 1970-an. Bersamaan dengan permasalahan ini, beredar di masyarakat, isu Garuda Indonesia pun membawa mobil mewah ilegal sejenis Ferarri. Ludoqq Domino99

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi, menyatakan belum memahami secara pasti tentang isu penyelundupan Ferrari ilegal oleh Garuda Indonesia

Meski demikian, pihaknya akan menginvestigasi secara langsung perusahaan pelat merah tersebut. "Aku musti periksa kalau tersebut (Ferrari) ya," ujar Heru singkat saat didatangi di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Heru menjelaskan, tidak melulu kali ini Bea Cukai menciduk basah pelaku penyelundupan. Sejak mula tahun pun sudah ada tidak sedikit penangkapan sekian banyak barang ilegal. Hal itu tak lepas dari peran Bea Cukai membasmi barang ilegal.

"(Penyelundupan keberapa tahun ini?) Banyak, ratusan. Jadi, nanti Selasa anda preskon di Tanjung Priok guna tangkapan penyelundupan lainnya," kata Heru.


Pemerintah Bakal Lelang Harley Davidson Selundupan Garuda Indonesia

Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan, pemerintah masih mengkaji nasib Harley Davidson ilegal yang dipesan Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Ashkara. Salah satu rencananya, pemerintah akan melakukan lelang.

"Dimusnahkan, dapat juga dilelang, atau dapat juga dihibahkan ke Polri dan TNI kan mereka memerlukan motor motor yang ini untuk kebutuhan tugas," ujar Heru di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019).


Heru mengatakan, proses pembinasaan dan lelang memerlukan kajian panjang. Kementerian Keuangan akan bareng sama mengerjakan kajian dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Nanti itu, seringkali proses panjang sekali, anda tetap harus proses admistrasi atau pidananya mesti anda pastikan dulu. Saya kira ini, anda akan sinergi dengan kementerian bumn bagus," jelas dia.

"Informasi saling melangkapi dan apa apa yang anda enggak dapat dapat, anda mungkin dapat dapet dari aliran keuangannya. Mudah-mudahan ini cepat dan terdapat kesimpulan. Apakah ini sendiri atau berkelompok," tandasnya.