NASA Temukan Es di Bawah Permukaan Mars

Sebuah studi baru yang diterbitkan pekan ini dalam jurnal Geophysical Research Letters, mengindikasikan peta es yang kemungkinan melulu berjarak satu inci di bawah permukaan berdebu planet Mars. LudoQQ Poker Galaxy
Ketika semua astronot kesatu tiba di Mars, mereka tidak akan dapat membawa seluruh yang mereka butuhkan. Logistik dan beban dari membawa begitu tidak sedikit bahan pada satu pesawat ruang angkasa, bareng dengan kru, membangkang teknologi ketika ini.
Para ilmuwan di NASA telah membicarakan misi untuk mengantarkan bahan ke Planet Merah, barangkali ada sumber daya di Mars yang bisa digunakan.
Air ialah salah satu sumber daya utamanya, namun akses ke air sama pentingnya guna menilai. Bahkan dengan mengetahui tempat air yang bisa diakses di Mars, dapat menolong menilai tempat pendaratan guna misi yang memuat insan ini.
Terdeteksi Adanya Es di Bawah Permukaan
Dulunya, Mars ialah planet hangat yang berpotensi menyokong kehidupan dan air di permukaannya, tetapi ada sesuatu yang berubah selama 3,5 miliar tahun yang kemudian dan kehilangan mayoritas atmosfernya. Demikian mengutip dari CNN, Kamis (12/12/2019).
Yang ada ketika ini melulu bagian yang tipis dan memungkinkan gas laksana uap air keluar. Dan andai air sedang di permukaan sekarang, tersebut akan langsung menguap.
Data dari Mars Reconnaissance Orbiter NASA dan Mars Odyssey Orbiter pun telah bisa mendeteksi adanya tanda es di bawah permukaan.
"Anda tidak akan memerlukan backhoe untuk mencari es ini. Anda dapat menggunakan sekop," kata Sylvain Piqueux, pengarang studi di Jet Propulsion Laboratory NASA.
"Kami terus mengoleksi data mengenai es yang terkubur di Mars, mengindikasikan tempat terbaik untuk astronot guna mendarat."
Meskipun begitu, air yang terdapat di Mars terletak dalam format es di bawah permukaan, baik di kutub maupun garis lintang pertengahan planet.
Meteor bahkan menolong meningkatkan pemahaman es kutub sebab mereka memberikan akibat sehingga memungkinkan pengorbit untuk memungut gambar es yang terhalang.
Penelitian Lebih Lanjut
Kedua orbital mempunyai instrumen di atas kapal yang sensitif terhadap panas, yang relevan dengan es di bawah permukaan sebab ia mengolah suhu permukaan di Mars. Para peneliti pun menggunakan Gamma Ray Spectrometer Odyssey untuk mengoleksi data yang menolong memetakan lokasi di mana es bisa ditemukan.
Seperti kutub, terdapat sejumlah bagian Mars yang akan menciptakan planet membeku dan tidak ramah untuk para astronot. Tak melulu itu, faktor-faktor laksana suhu dan penyampaian sinar matahari mesti dipertimbangkan.
Hal tersebut membuat bagian unsur utara dan unsur selatan wilayah khatulistiwa menarik. Belahan bumi utara pun lebih sesuai sebagai lokasi pendaratan guna misi sebab ketinggian lebih gampang dikelola dan terdapat lebih tidak sedikit atmosfer untuk menolong memperlambat pendarat.
Peta baru mengungkapkan es tidak cukup dari satu kaki di bawah permukaan di distrik belahan bumi unsur utara yang dinamakan Arcadia Planitia. Ada pun bukti es sedalam dua kaki di bawah permukaan.
Para peneliti hendak mempelajari lebih lanjut mengenai es di bawah permukaan dan bila tersebut bervariasi sepanjang musim Mars.
"Semakin kita menggali es di sekitar permukaan, semakin tidak sedikit yang anda temukan," kata Wakil Peneliti Proyek Pengorbit Mars, Leslie Tamppari. "Mengamati Mars dengan sejumlah pesawat ruang antariksa selama bertahun-tahun terus memberi kita teknik baru untuk mengejar es ini."


