LUDOQQ BandarQ | Agen BandarQ | BandarQQ | Domino 99 | DominoQQ

Situs Bandar Judi BandarQ dan Domino99 Online

LudoQQ

Tuesday, December 3, 2019

5 Fakta Saturnus, Planet yang Membuat Galileo Galilei Bingung

5 Fakta Saturnus, Planet yang Membuat Galileo Galilei Bingung

5 Fakta Saturnus, Planet yang Membuat Galileo Galilei Bingung





Nama planet Saturnus berasal dari nama dewa Romawi yang menguasai waktu. Saturnus adalahbapak dari semua dewa-dewi Yunani laksana Jupiter, Neptunus, serta Pluto. Nama-nama mereka seluruh pun dipakai sebagai nama planet. LudoQQ Poker Galaxy


Kehadiran planet Saturnus sebenarnya sudah diketahui semenjak zaman kuno, tetapi para penikmat langit dulu tidak memahami bahwa planet ini mempunyai cincin yang indah. Barulah ilmuwan Galileo Galilei mengejar cincin itu pada 1610 berkat memakai teleskop.

Namun, NASA menulis Galileo sempat bingung oleh kehadiran cincin tersebut, maklum teleskop zamannya belum modern. Alhasil, ia melulu menyebut Saturnus mempunyai "lengan" di kedua sisinya.


1. Annuto Cingitur...

Galileo Galilei menyaksikan cincin Saturnus, namun dia tadinya mengira melulu ada dua bulan besar di dua sisi Saturnus sampai-sampai ia beranggapan Saturnus terdiri atas tiga planet.

Barulah pada 1655, ilmuwan Christiaan Huygens mengaku ada cincin yang mengelilingi Saturnus.

Hugyens juga tidak langsung memberitahukan pengumuman uniknya, tetapi memakai kode anagram: aaaaaaacccccdeeeeeghiiiiiiillllmmnnnnnnnnnooooppqrrstttttuuuuu.

Menurut kitab Studies of Pallas in the Early Nineteenth Century: Historical Studies in Asteroid artikel Clifford Cunningham, kode Hugyens ialah tulisan latin yang berarti: "Annuto cingitur, tenui, plano, nusquam coherente, ad eclipticam inclinato" (Planet tersebut dikelilingi cincin tipis, rata, yang tidak bersentuhan, ingin ekliptika).

Pada zaman itu, ilmuwan memang suka menggunakan anagram sebelum mempublikasikan penemuan mereka. Pemakaian anagram juga diharapkan dapat menilai siapa ilmuwan kesatu yang mengejar sesuatu, laksana planet.


2. Planet Ribuan Cincin

Sejatinya, planet Jupiter, Uranus, dan Neptunus pun mempunyai cincin, tetapi sebutan "planet bercincin" lebih lekat pada planet Saturnus.

Berdasarkan keterangan dari situs Cool Cosmos dari Institut Teknologi California, lebar cincin planet Saturnus menjangkau 282 ribu kilometer, namun tebal cincin tersebut amat tipis, yaitu 1 km saja.

Jarak antara planet Saturnus dengan cincinnya sama laksana jarak bumi dan bulan.

Secara keseluruhan, Saturnus mempunyai empat lapis cincin, serta tiga cincin yang lebih tipis. dan ternyata, cincin-cincin tersebut terdiri atas ribuan cincin yang lebih kecil. Jumlah tentunya tidak diketahui.

3. Planet Raksasa yang Ringan


Saturnus ialah planet gas yang mayoritas terdiri atas hidrogen dan helium. Meski demikian, besar planet ini 760 kali lebih banyak dari planet Bumi.

Planet ini pun yang terbesar kedua di atur surya sesudah Jupiter. Uniknya, planet Saturnus malah yang sangat ringan salah satu semua planet, bahkan secara teori dapat mengambang.

Space.com menyebut bilamana ada bathtub raksasa yang dapat menampung Saturnus, maka planet ini dapat mengambang.


4. Punya 150 Bulan

Berdasarkan keterangan dari theplanets.org, planet Saturnus mempunyai total 150 bulan dan bulan kecil (moonlet). Semua bulan-bulan itu membeku.

Dua bulannya yang terbesar ialah Titan dan Rhea. Titan adalahbulan terbesar di atur surya sesudah Ganymede.

Uniknya, nama Rhea berasal dari nama seorang dewi mitologi Yunani. Rhea ialah istri dari dewa Ouranus yang adalahversi Yunani dari dewa Saturnus.


5. Pengamatan Wahana Antariksa

Jarak matahari ke Saturnus ialah 1,4 miliar km, sementar jaraknya dari bumi ialah 1,2 miliar km.

Hingga kini, telah ada empat wahana angkasa yang mendatangi Saturnus. Dikutip dari SolarViews, mereka ialah Pioneer 11 (1979), kemudian Voyager 1 (1977), Voyager 2 (1981), dan Cassini (1997).

Pada tahun 1990, ilmuwan Mark Showalter mengejar satelit mempunyai nama Pan sesudah mengobservasi potret dari Voyager 2. Nama Pan adalahdewa setengah insan dan domba dari mitologi Yunani