LUDOQQ BandarQ | Agen BandarQ | BandarQQ | Domino 99 | DominoQQ

Situs Bandar Judi BandarQ dan Domino99 Online

LudoQQ

Tuesday, November 12, 2019

Usai Cangkok Penis, Pria Ini Bisa Ereksi dan Orgasme

Usai Cangkok Penis, Pria Ini Bisa Ereksi dan Orgasme

Usai Cangkok Penis, Pria Ini Bisa Ereksi dan Orgasme




seorang pria mengerjakan cangkok penis, skrotum, dan dinding perut unsur bawahnya. Berkat kecanggihan teknologi di dunia medis, lelaki yang adalahanggota angkatan bersenjata Amerika Serikat tersebut sudah dapat merasakan orgasme pulang pascacangkok.

Pria yang dirahasiakan namanya ini tidak sengaja memasuki alat peledak improvisasi sekitar misi di Afghanistan pada 2010. Musibah tersebut merusak mayoritas kakinya, perangkat kelaminnya, dan unsur perutnya.


"Saya ingat semuanya terasa berhenti dan saya hancur," kata lelaki tersebut MIT Technology Review laksana dikutip Medical Daily, Senin (11/11/2019).

Tak inginkan lama-lama meratapi situasi tak mengasyikkan itu, dia segera bangkit dan memilih mengerjakan operasi dengan formalitas yang rumit. Dokter mengatakan permasalahan penggantian total guna penisn skrotum dan dinding perut unsur bawah adalahhal kesatu di dunia.

Dia menerima transplantasi dari donor yang telah meninggal. Operasi tersebut memerlukan 11 berpengalaman bedah yang bertolak belakang untuk membulatkan ratusan pembuluh darah kecil. Setahun sesudah operasi, organ yang bersangkutan dengan saraf berfungsi.

"Dia merasakan ereksi yang nyaris normal dan keterampilan untuk menjangkau orgasme," kata semua peneliti dalam laporan permasalahan yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine.

Bisa Buang Air Kecil Tanpa Mengejan

Di samping itu, lelaki tersebut pun merasakan sensasi normal pada batang dan ujung penis yang ditransplantasikan dan dapat menikmati sensasi sentuhan. LudoQQ Poker Galaxy

"Pasien buang air kecil seraya berdiri, tanpa mengejan, frekuensi atau urgensi, dengan aliran urine yang dikeluarkan kuat."

Namun, dokter ternyata tidak menyerahkan segalanya untuk lelaki itu. Dokter menyimpulkan tidak mentransplantasikan testis donor sebab masalah etika