Tidak Menular dan Mematikan, Seberapa Bahaya Vitiligo?

Vitiligo adalahpenyakit kulit yang ditandai dengan bercak putih susu di di antara area atau beberapa tubuh. Untuk orang dengan situasi ini, kehadiran bercak putih susu ini dapat membuat penampilan jadi terganggu namun adakah bahaya beda dari situasi ini? LudoQQ pokerace99
Dokter spesialis kulit dan kelamin dari Klinik Pramudia, Dian Pratiwi, mengungkapkan bahwa vitiligo bukanlah situasi yang membahayakan, tidak menakut-nakuti jiwa, tidak mengakibatkan kematian dan tidak menular. Namun, ada bisa jadi seseorang yang terpapar vitiligo ditemukan penyakit autoimun lain.
"Jadi, bila kena vitiligo terdapat baiknya skrining penyakit lain. Apakah tiroid bermasalah, adakah diabetes tipe 1, anemia atau situasi lain," kata Dian saat didatangi dalam diskusi bareng Klinik Spesialis Kulit dan Kelamin Pramudia di Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019).
Jika ditemukan penyakit mesti segera diobati. Namun, bukan berarti orang dengan vitiligo pun ada penyakit lain.
"Tidak selalu, dengan kata lain kadang-kadang vitiligo berdiri sendiri," kata perempuan berkaca mata ini.
Risiko Terkena Kanker Kulit Lebih Tinggi
Pada beberapa orang vitiligo bisa jadi terkena kanker kulit lebih tinggi. Risiko ini terjadi pada orang yang vitiligonya terdapat di lokasi terbuka laksana wajah dan tangan serta mewajibkan dia bekerja di bawah sinar matahari dalam jangka masa-masa lama.
"Pada situasi seperti itu, risiko terpapar kanker kulit dapat lebih meningkat," kata Dian.
Pada orang vitiligo, kanker kulit yang sering ditemukan laksana karsinoma dan melanoma.
Vitiligo terjadi sebab sel-sel pembentuk melanin berhenti bermanfaat memproduksi melanin sampai-sampai berwarna putih susu. Orang yang tidak mempunyai melanin kulitnya jadi lebih gampang terbakar serta terpapar efek buruk sinar matahari. Itu sebabnya pasien vitiligo dianjurkan menggunakan tabir surya ketika siang hari.
Awas, Depresi
Faktor psikis dapat memengaruhi orang dengan vitilogo. Hal ini rentan terjadi pada orang yang kegiatan sehari-hari bertemu dengan tidak sedikit orang.
"Depresi ini yang ditakutkan ya sebab orang yang vitiligo lebih barangkali 5 kali terpapar depresi dibanding yang tidak vitiligo," kata Dian.
"Jadi, kami seringkali menerangkan soal efek psikologis ini ke pasien vitiligo," tambahnya.
Dalam praktiknya, pada pasien yang telah menunjukkan fenomena depresi seperti unik diri dari hubungan sosial dan tidak inginkan lagi bekerja atau kegiatan sehari-hari, seringkali akan dirujuk ke psikolog. Jika situasi parah seringkali dirujuk ke psikiater.


