LUDOQQ BandarQ | Agen BandarQ | BandarQQ | Domino 99 | DominoQQ

Situs Bandar Judi BandarQ dan Domino99 Online

LudoQQ

Monday, November 18, 2019

OVO Bantah Isu Diceraikan Lippo Lantaran Masih Terus "Bakar Duit

OVO Bantah Isu Diceraikan Lippo Lantaran Masih Terus "Bakar Duit

OVO Bantah Isu Diceraikan Lippo Lantaran Masih Terus "Bakar Duit





Beredar tidak sedikit isu bahwa Lippo Group, pendiri sekaligus penyuntik investasi perusahaan akan hengkang dari bisnis OVO lantaran tak powerful menyokong keperluan dana perusahaan.

Hal tersebut dikarenakan OVO masih terus mengerjakan skema bisnis 'bakar duit' dengan membebaskan ongkos admin transfer ke sesama sampai bank.

Di samping itu, OVO pun gencar menyerahkan promo potongan harga alias diskon hingga 60 persen untuk pelanggan masing-masing akhir bulan. http://68.183.232.134/

Bahkan, kabar yang beredar menyebut keperluan 'bakar duit' OVO (menurut kurs rupiah Rp14 ribu per dolar AS).

Skema 'bakar duit' ini memang tengah menjadi tren di bisnis isi kantong digital, laksana yang dilaksanakan pemain lain. Misalnya, Gopay, DANA, LinkAja, dan lainnya.

"Rumor tersebut sama sekali tidak benar. Saya malah sejumlah waktu kemudian baru saja ketemu dan membual panjang dengan Pak John Riady (CEO Lippo Group) soal pengembangan OVO ke depan," ungkap Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra.

Karaniya menuliskan OVO sekarang memang telah menjadi perusahaan independen dengan investor beragam. Artinya, tidak saja Lippo yang giat menyuntikkan dana untuk keperluan bisnis perusahaan.

Namun, urusan tersebut tidak menciptakan hubungan kedua pihak renggang, lagipula sampai menciptakan Lippo Group meninggalkan OVO.

"Beliau (John Riady) tidak sedikit memberikan masukan dan sekitar ini paling suportif terhadap sekian banyak upaya pengembangan bisnis OVO," katanya.

Di sisi lain, Karaniya tak mau berkomentar soal kabar yang menyebut keperluan 'bakar duit' OVO menjangkau Rp700 miliar.

"Soal besaran dana promosi dan operasional, kami tidak dapat disclose (ungkap)," tuturnya.

Ia melulu menekankan perusahaan mempunyai peta strategi bisnis yang jelas untuk mengarah ke keuntungan dan keberlanjutan.

Di samping itu, ia menilai lumrah bila ketika ini keperluan dana perusahaan lumayan besar sebab adalahpemain baru yang masih beradaptasi dan perlu memperkenalkan bisnisnya ke masyarakat.

"Kami baru berusia dua tahun dan sedang dalam tahap pendidikan dan pengembangan pangsa pasar. Ini penting sebab e-money masih sedang di level infancy (bayi) di Indonesia. Kami bakal terus berkembang dengan pesat dalam 1-2 tahun ke depan," terangnya.

Sebagai informasi, OVO adalahperusahaan isi kantong digital yang menyerahkan layanan jasa keuangan untuk masyarakat. OVO disusun oleh PT Multipolar Tbk yang sebelumnya memenuhi keperluan EDC Lippo Bank.