LUDOQQ BandarQ | Agen BandarQ | BandarQQ | Domino 99 | DominoQQ

Situs Bandar Judi BandarQ dan Domino99 Online

LudoQQ

Saturday, October 26, 2019

Nyatanya, tidak Ada Pribumi di Indonesia

Nyatanya, tidak Ada Pribumi di Indonesia

Nyatanya, tidak Ada Pribumi di Indonesia




http://68.183.232.134/Penelitian genetika memperlihatkan tak ada empunya gen murni di Nusantara. Manusia Indonesia merupakan campuran pelbagai genetika yang tadinya berasal dari Afrika.

KULIT sawo matang, hidung pesek, dan mata belo, sekitar ini kerap dirasakan sebagai ciri-ciri orang Indonesia pribumi alias pribumi. Akibatnya, orang yang di luar ciri-ciri umum tersebut kerap dinamakan sebagai penduduk pendatang. Sesungguhnya sudah berketurunan hidup di Tanah Air ini, mereka masih saja gampang jadi bahan cibiran rasisme dan termarginalkan.

Tidak melulu menimbulkan gesekan sosial sehari-hari, masih bercokolnya anggapan adanya ras asli dan ras pendatang tersebut juga menjadi komoditas politik. Akibatnya, kekerabatan dan rasa toleransi yang bahwasannya telah diajarkan semenjak zaman nenek moyang dapat pudar dampak mitos-mitos kepribumian itu.

Padahal, bahwasannya telah menjadi pengetahuan umum pula andai Indonesia terdiri dari pelbagai populasi etnik yang pun melahirkan keragaman bahasa. Setidaknya terdapat 700 bahasa dan 500 populasi etnik hidup di Indonesia. Maka, pertanyaan siapakah pribumi tersebut sesungguhnya tidak hanya tidak relevan, melainkan pun seperti memungkiri akar bangsa ini sendiri.

Untuk menyingkap dan menyerahkan pencerahan terhadap pertanyaan-pertanyaan sejenis itu, suatu proyek riset DNA (deoxyribo nucleic acid) orang-orang Indonesia dilaksanakan Historia.id.

"DNA adalahpengetahuan urgen yang menyerahkan pencerahan bahwa masalah asli dan nonpribumi telah tidak relevan lagi," kata Bonnie Triyana, Pemimpin Redaksi Historia.id dalam pendahuluan Pameran ASOI: Asal- usul Orang Indonesia, Selasa (15/10).

Penelitian yang dilaksanakan Historia.id dalam proyek DNA memperlihatkan bahwa batas antara orang Indonesia dan lainnya sudah bias sebab gen yang ada pada tubuh seseorang sudah bercampur dengan gen nenek moyang yang dapat saja berasal dari lokasi berbeda. Seperti dua politikus PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dan Budiman Sudjatmiko, setelah melewati tes DNA diketahui dua-duanya mempunyai asal-usul yang mayoritas berasal dari Asia Timur. Menariknya lagi, dua-duanya mempunyai jejak moyang Timur Tengah, yakni Semitik yang bisa jadi besar dari orang-orang Samaria (kini di Palestina).

Berdasarkan keterangan dari Herawati Supolo Sudoyo, Peneliti Genetika Molekul dari lembaga Eijkman, genetika tersebut memang dapat terlihat melewati tes DNA karena dalam DNA tersimpan seluruh informasi mengenai genetika. "DNA berikut yang menilai jenis rambut, warna kulit, dan sifat-sifat eksklusif manusia, bahkan gen awalnya," kata Herawati.

Lebih khusus, proyek ini dilaksanakan dengan riset genetik DNA mitokondria yang diturunkan melewati jalur maternal atau ibu, kemudian kromosom Y yang melulu diturunkan dari segi paternal atau ayah, serta DNA autosom yang diturunkan dari kedua orangtua. Penanda genetik tersebut menunjukkan bukti adanya pembauran sejumlah leluhur genetik yang datang dari periode maupun dari jalur yang beragam.

Tempat lalu-lalang

Menurutnya, Indonesia memiliki status yang paling istimewa dalam proses pencariannya. Sejak dahulu, distrik Indonesia sudah menjadi tempat insan berlalu-lalang, seperti insan dari daratan Asia yang bergerak ke arah timur mengarah ke Pasifik atau ke selatan mengarah ke Australia, telah tentu akan melalui Indonesia terlebih dahulu.

Saat proses persebaran terjadi, tidak hanya jasmani yang terpengaruh, tetapi pun kebiasaan, bahasa, budaya, bahkan komposisi gen juga ikut berubah. Hal tersebut terjadi saat insan mulai mengerjakan pembauran dengan insan lain yang mempunyai perbedaan secara DNA. "Secara genetis ada empat gelombang migrasi yang berkontribusi. Gelombang awal, nenek moyang datang 50 ribu tahun lalu melalui jalur selatan mengarah ke Paparan Sunda yang ketika tersebut masih menggabungkan Pulau Kalimantan, Sumatra, dan Semenanjung Malaya," tambah Herawati.

Gelombang kedua, yaitu kontribusi dari Asia daratan yang menuturkan bahasa Austroasiatik. Mereka beralih ke unsur selatan masuk ke Nusantara dari daratan Asia melalui Semenanjung Malaya yang saat tersebut masih menyatu dengan Pulau Sumatra dan Kalimantan.

Gelombang ketiga merupakan perluasan dari utara. Pada periode selama 4.000 tahun kemudian mereka bermigrasi dari wilayah Tiongkok Selatan, menyebar ke Taiwan, Filipina, hingga ke Sulawesi, dan Kalimantan. Mereka berikut yang membawa bahasa Austronesia. Diaspora Austronesia ini terjadi mulai Madagaskar sampai ke Pulau Paskah di sekitar Amerika.

Gelombang keempat terjadi pada zaman sejarah. Ini tergolong periode Indianisasi dan islamisasi di Kepulauan Nusantara. Empat gelombang migrasi yang melewati Kepulauan Nusantara itulah yang menjadi cikal akan lahirnya keragaman pada masa kini.

Herawati menegaskan, migrasi insan sampai ke Nusantara adalahnenek moyang orang Indonesia. Dengan begitu, tak ada empunya gen murni di Nusantara. Manusia Indonesia ialah campuran pelbagai genetika yang tadinya berasal dari Afrika.

Melihat borongan hasil tes DNA, keberagaman tentu telah ada di depan mata yang pastinya menguatkan kehormatan hati menjadi bangsa Indonesia. Hal ini pun yang dialami Grace Natalie, mantan jurnalis yang terjun jadi politikus ini menyadari bangsa ini bukan terbentuk atas ikatan darah atau keturunan. "Yang membulatkan kita ialah kesamaan nilai, keserupaan visi, keserupaan cita-cita," kata Grace. (historia/L-2/M-1)

wandari@mediaindonesia.co.id

DNA Nazril Irham

Garis leluhur dari pihak ibunya berasal dari Padang, dan ayahnya gabungan Padang-Batak.

Hasil tes DNA biduan Nazril Irham alias Ariel menunjukkan sejumlah gen:

79,78% gen Asia Selatan (India, Bangladesh, Tamil, dan Nepal)

15,14% gen Asia Timur (Jepang)

5,03% gen diaspora Asia

0,05% gen Yunani

Najwa Shihab

Darah Arab di tubuh Najwa diturunkan langsung oleh moyangnya dari Hadramaut, Yaman. Namun, hasil uji DNA mengindikasikan gen Arab di tubuhnya melulu 3,4%.

48,54% Asia Selatan (Nepal, India, Bangladesh, dan Tamil)

26,81% Afrika Utara (Maroko, Algeria, Aljazair, dan Berbers)

6,86% Afrika (Mozambik)

4,19% Asia Timur (Tiongkok)

4,15% Diaspora Afrika (Afrika-Amerika)

3,48% Timur Tengah (Arab)

2,28% Eropa Selatan (Portugis)

1,91% Eropa Utara (Dorset)

1,43% Diaspora Asia (Asia-Amerika)

1,233% Diaspora Eropa (Puerto Riko)

Grace Natalie

Grace yang berwajah oriental ternyata mempunyai gen Afghanistan.

0,01% Afghanistan

76,92% Asia Timur

Mira Lesmana

Di dalam tubuh Mira mengalir darah 14 suku bertolak belakang dari Asia Selatan.

49,68% Asia Timur (Taiwan, Jepang, Tiongkok, Vietnam, Korea, dan Makau)

38,10% Asia Selatan (14 suku bangsa di India)

12,21% Diaspora Asia (Asia-Amerika)