Jumlah Orang Kaya di Dunia Bertambah 1,1 Juta dalam Setahun

Klik di sini Perang dagang yang berkecamuk dalam satu tahun terakhir ditebak IMF sebagai pendorong terjadinya krisis global pada tahun 2020 atau 2021. Akan tetapi, jumlah semua orang kaya di dunia tetap meningkat.
Dilansir CNBC, jumlah jutawan dolar di dunia meningkat sebesar 1,1 juta orang dari pertengahan tahun 2018 sampai pertengahan tahun 2019. Kini, total jutawan di dunia menjangkau 46,8 juta orang.
Total kekayaan mereka terdaftar USD 153,8 triliun atau setara 44 persen kekayaan di dunia. Data tersebut berasal dari Global Wealth Report yang baru-baru ini diluncurkan Credit Suisse.
Amerika Serikat (AS) dan China malah memimpin dalam hal peningkatan orang kaya meski mereka sedang sibuk patgulipat adu tarif di perang dagang.
AS mempunyai tambahan 675 ribu jutawan baru sekitar setahun belakangan, sedangkan China meningkatkan 158 ribu jutawan baru.
Australia adalahnegara yang rugi sebab orang kaya di negara tersebut berkurang 124 ribu orang. Namun, ketimpangan kekayaan terdaftar lebih rendah di Australia ketimbang AS dan China.
Koefisien gini di Australia sebesar 66 persen, lebih rendah dikomparasikan China (70,2) dan AS (85,2). Namun ketiganya masih lebih rendah ketimbang ketimpangan di Rusia yang hingga menyentuh 87,9.
Orang kaya di China disorot sebab ada perbedaan orang desa (rural) dan kota (urban). Namun, secara borongan ketimpangan kekayaan di China menurun.
Sementara, kehadiran orang kaya di AS sedang digempur oleh politikus sayap kiri Partai Demokrat yang gencar mempromosikan pajak kekayaan.
Miliarder Ini Akui Kapitalisme Itu Mengerikan
Amat jarang terdapat miliarder yang mengakui akibat buruk kapitalisme. Hal tersebut tak berlaku untuk miliarder teknologi Marc Benioff yang mengakui kapitalisme mempunyai sisi mengerikan sebab membawa ketimpangan (inequality).
Kapitalisme, saya akui, sudah berbaik hati pada saya. Tetapi kapitalisme yang dipraktikkan sejumlah dekade belakangan ini, yang terobsesi memaksimalkan keuntungan guna pemegang saham, pun telah membawa pada ketimpangan yang mengerikan," ujar Benioff laksana dikutip CNBC.
Berdasarkan keterangan dari Forbes, Benioff mempunyai kekayaan USD 6,3 miliar atau Rp 89,2 triliun (USD 1 = Rp 14.164). Kekayaan berasal dari Salesforce, suatu firma aplikasi cloud yang ia dirikan pada tahun 1999.
Solusi yang ditawarkan sang miliarder ialah kapitalisme yang lebih adil. Caranya ialah para pebisnis menyerahkan timbal balik positif ke masyarakat, dan tidak melulu meraup untung. Pajak yang lebih tinggi untuk orang kaya dirasakan menjadi jalan.
"Secara nasional, meningkatkan pajak dari individual dengan penghasilan tinggi laksana saya akan menolong triliunan dolar yang anda amat butuhkan untuk menambah pendidikan dan layanan kesehatan dan melawan evolusi iklim," jelas Benioff.
Ide mendongkrak pajak sendiri menjadi polemik panas di Amerika Serikat. Ada dua kandidat calon presiden AS yang hendak pajak orang kaya tambah tinggi, yaitu Senator Bernie Sanders dan Senator Elizabeth Warren.
Jika wacana Bernie Sanders berhasil, maka miliarder laksana Mark Zuckerberg mesti menunaikan pajak kekayaan sebesar Rp USD 5,8 miliar per tahun. Sementara, orang terkaya di dunia Jeff Bezos mesti rela menunaikan pajak kekayaan sampai USD 9 miliar.
Wacana Pajak Kekayaan
Kekayaan membludak yang dipunyai miliarder sering menjadi incaran untuk meningkatkan pundi duit di satu negara. Seperti yang terjadi di Amerika Serikat (AS).
Terdapat kandidat calon presiden AS yang berencana mendongkrak pajak untuk para miliarder secara signifikan.
Rencana tersebut berasal dari Senator Bernie Sanders, kandidat calon presiden Partai Demokrat. Senator Sanders terang-terangan menyinggung bahwa miliarder seharusnya jangan ada.
Dalam proposal pajak kekayaan tahunan, mereka yang punya harta di atas USD 10 miliar (Rp 141,7 triliun) mesti menunaikan pajak sampai delapan persen per tahun. Pajak kekayaan tahunan itu bertolak belakang dari pajak pendapatan.
Berikut besaran pajak yang mesti ditunaikan para miliarder tiap tahun andai pajak kekayaan tahunan ala Bernie Sanders terwujud.
1. Jeff Bezos: USD 9 miliar (Rp 127,6 triliun)
2. Bill Gates: USD 8,6 miliar (Rp 121,9 triliun)
3. Warren Buffett: USD 6,6 miliar (Rp 93,5 triliun)
4. Mark Zuckerberg: USD 5,8 miliar (Rp 82,2 triliun)
5. Larry Page: USD 4,8 miliar (Rp 68 triliun)
6. Charles Koch: USD 4,8 miliar (Rp 68 triliun)
7. Larry Ellison: USD 4,7 miliar (Rp 66,6 triliun)
8. Sergey Brin: USD 4,6 miliar (Rp 66,6 triliun)
9. Rob Walton: USD 4,2 miliar (Rp 59,5 triliun)
10. Jim Walton USD 4,2 miliar (Rp 59,5 triliun)


