LUDOQQ BandarQ | Agen BandarQ | BandarQQ | Domino 99 | DominoQQ

Situs Bandar Judi BandarQ dan Domino99 Online

LudoQQ

Wednesday, September 11, 2019

Legenda dan Mitos Pantai Parangtritis yang Penuh Misteri

Legenda dan Mitos Pantai Parangtritis yang Penuh Misteri

Legenda dan Mitos Pantai Parangtritis yang Penuh Misteri


baru-474

Beberapa hari belakangan beredar poster yang berisikan anjuran untuk datang ke Pantai Selatan Yogyakarta atau Pantai Parangtritis sembari mengenakan baju berwarna hijau. Ajakan ini sukses mengundang ribuan orang yang punya minat akan datang.

Alasan anjuran ini ialah untuk memperlihatkan apakah mitos memakai baju hijau di Pantai Selatan dapat menciptakan si pemakai hilang atau tidak. Padahal mitos larangan memakai baju hijau di Pantai Selatan telah ada semenjak lama.

Bukan melulu mitos memakai baju hijau, masih terdapat mitos beda dan legenda Pantai Parangtritis yang lekat dengan Nyi Roro Kidul. Seperti apa legenda dan mitos tersebut?

Legenda Kanjeng Ratu Kidul dan Nyi Roro Kidul

Legenda

Banyak anggapan bila Kanjeng Ratu Kidul dan Nyi Roro Kidul ialah sosok yang sama. Padahal menurut keterangan dari legenda Kejawen, Kanjeng Ratu Kidul dan Nyi Roro Kidul ialah orang yang berbeda. Berdasarkan keterangan dari legenda, Kanjeng Ratu Kidul memiliki kuasa aras ombak di Samudera Hindia dengan istana yang terletak di jantung samudera. Di mitologi Jawa, Kanjeng Ratu Kidul ialah ciptaan Dewa Kaping Telu dan memenuhi kehidupan sebagai Dewi Sri atau Dewi Padi.

Berbagai cerita dan kabar beredar bila Kanjeng Ratu Kidul ialah pasangan spiritual dari semua raja-raja di Kerajaan Mataram dan Yogyakarta. Wujud dari Kanjeng Ratu Kidul pun bertolak belakang mengikuti waktu. Konon, Sri Sultan Hamengkubuwono IX pernah bertemu dengan Kanjeng Ratu Kidul. Berdasarkan keterangan dari pengakuannya, Kanjeng Ratu berwujud wanita muda ketika bulan purnama dan menjadi wanita tua di masa-masa yang lain.

Kanjeng Ratu Kidul mempunyai pembantu yang paling setia, yaitu Nyi Roro Kidul. Nyi Roro Kidul sangat menyenangi warna hijau. Bahkan dalam legenda, kebaya, dan kemben yang dikenakannya pun tidak jarang kali berwarna hijau.


Mitos Larangan Menggunakan Pakaian Warna Hijau di Pantai Selatan

Mitos Pakaian Bewarna Hijau

Karena kesenangan Nyi Roro Kidul dengan warna hijau itulah, maka berkembang mitos bila kita dilarang memakai pakaian berwarna hijau saat mendatangi Pantai Selatan. Alasannya? Nyi Roro Kidul bakal suka untuk mereka yang berpakaian warna hijau dan akan memungut orang itu untuk dijadikan abdi atau pengikutnya. Atas dasar itulah tidak sedikit kasus orang hilang di Pantai Selatan tidak jarang kali dikaitkan dengan mitos tersebut.

Selama ini anda mengira mitos larangan memakai pakaian warna hijau melulu berlaku di Pantai Parangtritis Yogyakarta. Padahal mitos ini nyatanya pun berlaku di sepanjang garis pantai unsur selatan Pulau Jawa. Misalnya Pantai Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Cilacap, pantai-pantai di unsur selatan Yogyakarta, sampai Semenanjung Purwa di Jawa Timur.

Pantai Parangtritis, Gerbang Menuju Kerajaan Dunia Lain


Pantai Parangtritis

Meski garis pantai unsur selatan terbentang dari ujung barat sampai ujung unsur timur Pulau Jawa, tetapi Pantai Parangtritis menjadi pantai paling tidak sedikit menyimpan cerita mistis dikomparasikan pantai lainnya. Banyak yang percaya bila Pantai Parangtritis adalahgerbang mengarah ke kerajaan dunia lain.

Berdasarkan keterangan dari pengakuan warga di dekat Pantai Parangtritis masing-masing malam selama pukul 1-2 dini hari, sayup-sayup akan tersiar suara gamelan dari arah pantai. Padahal pantai sedang sepi. Jika anda mendengarnya, konon regu Nyi Roro Kidul sedang lewat dari Pantai Parangtritis mengarah ke Gunung Merapi. Entah urusan ini betul atau tidak, yang jelas tidak sedikit saksi telah mendengar sendiri suara gamelan di tengah malam. Kamu sendiri pernah dengar suara gamelan tersebut?

Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, terdapat baiknya anda menghormati kebiasaan masyarakat lokal di sana. Jangan hingga menantang atau merusak alam melulu karena keperluan konten di media sosial saja ya