3 Alasan Tersering Wanita Palsukan Orgasme, Salah Satunya Ingin Cepat Selesai

Sudah bukan rahasia bila tidak seluruh wanita berhasil meraih orgasme ketika bercinta. Fakta lainnya, tidak sedikit pun wanita yang memalsukan orgasme (fake orgasme).
"Survei langsung belum ada namun dapat disebutkan cukup tidak sedikit perempuan mengerjakan fake orgasm," kata seksolog dokter Haekal Anshari, M.Biomed (AAM).
Berdasarkan keterangan dari pakar berikut sejumlah faktor yang menciptakan wanita memalsukan orgasme:
1. Menyenangkan pasangan
Banyak perempuan yang khawatir andai saat bercinta dia tidak dapat meraih orgasme dapat membuat suami jadi tidak cukup percaya diri atau tidak puas.
"Jika laki-laki ini merasa, 'Kok tidak orgasme ya pasangan saya, apa terdapat yang salah dengan diri saya?' Hal ini dapat mengganggu pride (rasa bangga) laki-laki. Maka untuk mengasyikkan pasangan, wanita mengerjakan fake orgasme," tutur Haekal dalam diskusi bareng Andalan Feminine Care di Jakarta Pusat ditulis Jumat (6/9/2019).
2. Seks telah terlalu lama
Suami telah terangsang bahkan orgasme namun istri tak kunjung menjangkau orgasme. Padahal seks sudah dilangsungkan lama sedangkan masih tidak sedikit pekerjaan beda yang menanti belum lagi cemas bila anak terbangun. Seks yang tidak selesai-selesai maka menciptakan wanita memilih pura-pura orgasme.
3. Seks menyakitkan
Berdasarkan empiris praktik sehari-hari, dokter spesialis kebidanan dan kandungan Dinda Derdameisya mengatakan dalil yang sering dikatakan pasiennya mengerjakan orgasme palsu sebab kesakitan ketika penetrasi.
"Biasanya mengerjakan fake orgasme sebab wanita ini jarang menemukan orgasme. Sesi hubungan seksnya tuh sakit atau enggak enak, jadi pengen cepat-cepat kelar (dengan mengerjakan fake orgasm)," tutur Dinda di peluang yang sama.
Tidak Perlu Memalsukan Orgasme
Baik Dinda maupun Haekal sama-sama setuju bahwa perempuan tidak butuh memalsukan orgasme. Lebih baik dibahas bareng apa penyebab susah meraih orgasme.
"Ya atasi semua hal penyebab enggak dapat mendapatkan orgasme. Maka, komunikasi tersebut penting," tutur Haekal.
Misalnya, dalil wanita memalsukan orgasme sebab kesakitan ketika penetrasi. Bila perempuan mengkomunikasikan ke pasangan dapat dicari jalan keluar.
"Kenapa sakit? Mungkin sebab foreplay tidak cukup jadi cairan lubrikasi belum tidak sedikit tapi langusng penterasi. Itu mengakibatkan nyeri, perempuan tidak dapat menikmatinya," tutur Haekal


