DOMINOQQ 7 Fakta Terbaru Bom Bunuh Diri di Kartasura
DOMINOQQ Satu di antaranya, polisi akan menelaah kebersangkutanan pelaku dengan kumpulan terorisme.
PREDIKSI TOGEL PALING JITU Di samping itu, terungkap pula sosok dan watak tersangka pelaku bom bunuh diri berinisial RA (22) yang gemar menyaksikan video perang Suriah.
Diketahui, ledakan yang diperkirakan bom bunuh diri terjadi di Pospam Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, dekat dengan Tugu Kartasura, Senin (3/6/2019) pukul 23.00 WIB. Seorang pria yang diperkirakan pelaku bom bunuh diri merasakan luka parah di lokasi.
Saat ini, ia sudah dibawa ke lokasi tinggal sakit guna mendapat perawatan. Di samping pelaku, tidak terdapat korban lainnya.
Dugaan sedangkan pihak kepolisian, bom yang dipakai untuk meledakkan diri di pos polisi itu berdaya ledak rendah atau "low explosive".
Berikut sejumlah fakta teranyar seputar peristiwan bom bunuh diri di Kartasura, sebagaimana dirangkum Tribunnews.com dari Kompas.com, Tribun Solo, dan Tribun Jateng:
1. Polisi dalami kebersangkutanan pelaku dengan kumpulan terorisme
Polri menelaah kebersangkutanan peristiwa bom bunuh diri di Kartasura dengan sangkaan terorisme.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menuturkan, polisi menelaah apakah pelaku yang berinisial RA (22) tergabung dalam kumpulan teroris atau beraksi sendiri.
"Ya masih didalami apakah kumpulan teror terstruktur atau lone wolf," ungkap Dedi melewati pesan singkat untuk Kompas.com, Selasa (4/6/2019).
2. Identitas tersangka pelaku bom bunuh diri
Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, tersangka pelaku diketahui berinisial RA (22) dan adalahwarga setempat."Korban diperkirakan pelaku (peledakan) tinggal bareng orangtuanya di sini (Kartasura)," ungkap Rycko di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6/2019) dinihari.
Rycko mengatakan, pihaknya masih terus menelaah untuk mengungkap jaringan korban yang diperkirakan pelaku peledakan itu dari seluruh bukti yang diperoleh dari olah TKP.
"Informasi dari petugas, memang ada sejumlah barang yang terdapat kaitannya dengan lokasi kejadian perkara," tuturnya.
Polisi, lanjut Rycko, sudah menggeledah lokasi tinggal orangtua dari RA dan mengejar sejumlah barang bukti yang sehubungan dengan ledakan di lokasi kejadian.
Pemeriksaan dilaksanakan oleh kesebelasan dari Gegana, Laboratorium Forensik dan Inafis.
Pihaknya ketika ini masih menantikan hasil pengecekan tersebut.
"Karena keadaan masih gelap, pastinya kami mesti lebih berhati-hati mengerjakannya sampai-sampai perlu waktu pengecekan dan pengolahan TKP di lokasi tinggal ini," ujarnya.
3. Polisi angkut sebanyak barang dari lokasi tinggal terduga pelaku bom bunuh diri
Polisi membawa sejumlah barang dari lokasi tinggal RA, tersangka pelaku bom bunuh diri di Pospam Kartasura.Penggeledahan lokasi tinggal di Kampung Kranggan Kulon RT 1 RW 2, Desa Wirogunan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (4/6/2019), itu ditonton langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko A Dahniel dan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjend TNI Mohammad Effendi.
"Kami menemukan sejumlah barang yang diduga sehubungan dengan apa yang terdapat di lokasi kejadian," ungkap Rycko, Selasa, laksana dikutip dari Tribun Jateng.
Namun, Rycko tak mau merinci apa barang yang ditemukan Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88, Tim Gegana, Inafis sampai Laboratorium Forensik Polda Jateng.
"Barang yang ditemukan mesti dianalisis dulu. Kami tunggu hasilnya," tuturnya.
Sementara itu, Kades Wirogunan, Marjono mengungkapkan, Densus 88 Antiteror mengejar kabel, arang, belerang, serbuk putih, aluminium sebesar jari, sampai alat penumbuk.
"Saya diminta ikut masuk ke rumah, melulu 15 menit di dalam lokasi tinggal itu, untuk menonton penggeledahan," ucapnya.
Berdasarkan keterangan dari Marjono, dagangan bukti tersebut ditemukan polisi di dalam lemari kepunyaan RA yang tinggal bareng orangtuanya.
"Barang-barang tersebut di dalam lemari pakaiannya," ungkapnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Ketua RT 1 RW 2 Kranggan Kulon, Wirogunan, Joko Suwanto.
Berdasarkan keterangan dari Joko, polisi membawa sejumlah bahan kimia dan perlengkapan elektronik dari lokasi tinggal tersebut.
"Yang semalam terdapat semacam bahan kimia, lantas peralatan elektronik dan baterai," katanya seusai menemani petugas ketika penggeledahan, Selasa, laksana dikutip dari Antara.
Sementara itu, dari olah TKP lanjutan pada hari ini, kata dia, petugas pun kembali membawa sejumlah dagangan dari lokasi tinggal pelaku.
"Ada sejumlah wadah, saldo penggeledahan kemarin yang barangkali belum sempat dibawa," katanya.
Dia menambahkan, sebanyak barang-barang itu ditemukan di kamar pelaku.
Sementara itu, Kepala Dusun Wirogunan, Sudalmanto yang juga muncul dalam olah TKP tersebut pun melihat sejumlah sak bubuk yang diangkut dari lokasi tinggal pelaku.
Namun, Sudalmanto belum dapat meyakinkan isi dagangan tersebut.
"Masih tertutup, tidak dibuka," katanya.
4. Alasan tersangka pelaku bom bunuh diri dipindah ke RS lain
Terduga pelaku bom bunuh diri di Kartasura, RA sempat dirujuk ke RSUD Moewardi Solo, Selasa (4/6/2019) pukul 00.30 WIB.Namun, pada pukul 04.00 WIB, RA dialihkan ke RS RS Bhayangkara Prof Dr Awalodin Djamin, Semarang.
Kasubbag Hukum dan Humas RSUD Dr Moewardi Solo, Eko Haryati mengatakan, dipindahkannya RA ke RS Bhayangkara di Semarang, bisa jadi karena hal keamanan.
"Tiba di RSUD Moewardi pukul separuh 1 malam, rujukan dari PKU Muhammadiyah Kartasura dan langsung diangkut ke IGD," kata Eko untuk TribunSolo.com, Selasa (4/6/2019) siang.
"Tapi pukul 04.00 WIB sudah dialihkan oleh kepolisian ke Semarang," lanjutnya.
"Kalau dari pihak kepolisan barangkali karena hal keamanan ya, yang tentu bukan karena hal medis," ujar Eko.
Dia menambahkan, sesampainya pelaku di RSUD Moewardi, pihak lokasi tinggal sakit langsung mengerjakan pemeriksaan yang sehubungan dengan luka dan keluhan.
Antara lain pengecekan fisik, laboratorium, sampai scan kepala.
Saat diangkut ke RSUD Moewardi, pelaku merasakan luka bakar di sejumlah bagian tubuh.
Antara beda tangan, kaki, sampai perut.
Namun, Eko mengatakan, situasi terduga pelaku ketika dirujuk ke RSUD Moewardi sebetulnya tidak terlampau parah.
"Tidak terlampau parah, sebab masih dapat diajak komunikasi dan sadar," tutupnya.
5. Terduga pelaku gemar nonton video perang Suriah
Masil (19), rekan sepermainan tersangka pelaku bom bunuh diri mengatakan, RA gemar menonton video arsip perang dan aksi radikal di Timur Tengah."Ia senang menyaksikan video perang Suriah, tergolong pemenggalan kepala, lewat handphone," ungkap Masil, untuk TribunSolo.com, seusai penggeledahan di lokasi tinggal RA, Selasa (4/6/2019) dini hari.
Masil menduga, RA telah dibersihkan otak oleh orang yang tak dikenal.
Apalagi, semenjak RA mulai enggan disuruh pergi ke masjid.
"Padahal, dulu orangnya biasa saja. Dengan teman-teman sekampung pun tidak jarang kumpul-kumpul, namun tiba-tiba telah tidak inginkan ke masjid," ucapnya.
Masil pun mengungkap kegemaran RA sebelumnya, yaitu bermain musik.
"Namun, ia berhenti, katanya main musik tersebut haram," lanjutnya.
Masil juga pernah menawarkan kegiatan pada RA yang diketahui memiliki kegiatan penulup (pemburu) burung.
"Kebetulan, saya terdapat informasi kegiatan untuknya tetapi ia menolak," ujarnya.
Masil mengungkapkan, jati diri RA yang kian tertutup menciptakan dirinya dan penduduk sekitar kendala berkomunikasi.
Namun, ia menyatakan masih sesekali berkomunikasi dengan RA.
Hanya saja, ia tak pernah mengatahui secara tentu apa yang menciptakan temannya tersebut mengalami evolusi drastis.
Di samping itu, RA diketahui sering menghilang secara misterius dan tiba-tiba kembali ke rumah.
"Dulu, bahkan hingga masuk ke akun Facebook Info Cegatan Solo, masuk susunan orang hilang," ucapnya.
6. Masyarakat diimbau tetap tenang
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo Subari mengimbau masyarakat Surakarta dan sekitarnya guna tetap tenang pasca-ledakan bom bunuh diri di Kartasura."Percayakan penanganan kasus tersebut sepenuhnya pada aparat kepolisian lantaran pelakunya sudah diciduk dan masih hidup maka dapat digali motifnya," tutur Subari ketika dihubungi, Selasa (4/6/2019) pagi
Kepada semua umat Muslim maupun non-Muslim, Subari meminta supaya peristiwa ini disikapi dengan arif.
Dia berharap, peristiwa tersebut tidak bakal terjadi lagi ke depannya.
Subari menilai aksi bom bunuh diri di pos pengamanan Lebaran di Kartasura dapat bertujuan memancing di air yang keruh.
"Mungkin mereka (pelaku) hendak memancing di air yang keruh untuk dapat membenturkan satu kelompok dengan kelompok yang lain," ujar Subari.
Hal senada juga dikatakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang meminta masyarakat guna tetap tenang.
"Untuk masyarakat tenang saja, biar aparat bekerja. Kami sedang mengerjakan perlakuan terhadap situasi hari ini."
"Mohon tidak menghampiri area itu supaya polisi dapat bekerja dengan baik. (Masyarakat) bekerja laksana biasa saja, menyiapkan diri menyambut Lebaran," ujar Ganjar laksana dikutip dari Kompas TV, Selasa (4/6/2019).
Ganjar mengatakan, ketika ini polisi tengah bekerja guna mengungkap pelaku serta motif peledakan tersebut.
Di samping itu, Ganjar pun mengimbau penduduk tidak menyebarkan video atau gambar mencekam bersangkutan ledakan bom bunuh diri di Kartasura.
Imbauan itu dikatakan Ganjar sebab pihaknya mendapat informasi, video dan potret mengerikan berhubungan ledakan di Kartasura telah menyebar di masyarakat.
"Beberapa info telah masuk, bahkan masyarakan telah dapat gambar video."
"Lebih baik tidak usah di-share dulu supaya masyarakat tidak menemukan gambar-gambar atau visual yang mengerikan," imbau Ganjar.
7. RA terkena paham ISIS
Mabes Polri mengungkap pelaku bom bunuh diri di Pospam Kartasura, terkena paham ISIS.Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya memahami pelaku yang berinisial RA (22) terkena paham ISI dari pengecekan pelaku.
"Sementara dari hasil pengecekan pelaku, ini ialah suicide bomber."
"Yang terkaitsecara pribadi terpapar oleh paham ISIS," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2019).
Di samping itu, Dedi mengungkapkan, RA merupakanlone wolf atau beraksi sendiri.
Ia menyebut, ketika ini kepolisian masih menelaah ada tidaknya kebersangkutanan pelaku dalam sebuah jaringan terorisme.
"Ini masih didalami, belum terdapat indikasi kebersangkutanan mencantol masalah yang terkaitikut dalam sebuah jaringan."
"Baik JAD Jateng, yang sudah diungkap sejumlah minggu yang lalu, maupun dari kumpulan yang lain," ucapnya.
Lebih lanjut, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah tersebut menuturkan situasi kesehatan pelaku lumayan stabil dan sudah dapat berkomunikasi pasca mendapat perawatan di lokasi tinggal sakit.
Dedi menegaskan pengecekan dan pendalaman berhubungan motif pelaku bakal dilakukan bilamana yang terkaitsudah sungguh-sungguh pulih.
"Semoga yang bersangkutan dapat segera sembuh, bilamana nanti sudah sungguh-sungguh pulih kesehatannya bakal didalami lagi mengenai motif yang bersangkutan bisa pemahaman deskripsi tentang ISIS dari mana."
"Apakah dari medsos atau secara konvensional bersentuhan dengan sejumlah orang," tukasnya.



