Keluarga Korban Penganiayaan Satpam Unimed Protes, Rekonstruksi Tak Sesuai Kejadian Asli
Keluarga Korban Penganiayaan Satpam Unimed Protes, Rekonstruksi Tak Sesuai Kejadian Asli
DOMINO99 - Rekonstruksi yang dilakukan pihak Reskrim Polrestabes Medan mendapat komplain dari keluarga korban.
"Rekon yang dilakukan tidak sesuai dengan aslinya,"kata Poltak Sihombing orangtua dari Stephan satu korban penganiayaan yang dilakukan satpam Unimed, Jumat (22/3/2019).
Ia mengatakan adegan yang diperagakan pada rekonstruksi di lantai dua Reskrim Polrestabes Medan ini tidak sesuai dengan kejadian nyata.
"Saya mau, mereka harus mengungkapkan semua kejadian sesuai aslinya. Ini seperti direkayasa," ujarnya.
Pantauan di lantai dua gedung Reskrim Polrestabes Medan ini, keluarga korban terlihat berteriak seakan menandakan bahwa rekonstruksi itu tidak sesuai aslinya.
"Mana ada dia pukul pakai tangan kosong. Pakai balok kau mukulnya, pembunuh. Mana muka garangmu saat membunuh kawan kami,"teriak warga yang turut hadir dalam rekon tersebut.
Kawan-kawan korban yang meninggal juga komplain terkait rekonstruksi yang dilakukan pihak Polrestabes Medan.
"Kami mau rekon dilakukan di Unimed. Biar terlihat jelas semuanya. Bukan di sini. Kami melihat rekon tidak sesuai dengan aslinya,"ujarnya.
Sempat terjadi keributan dalam rekonstruksi ini. Karena pihak keluarga korban sudah menaruh dendam kepada pelaku penganiayaan sampai menghilangkan nyawa.
Alhasil rekon cuma sampai 23 adegan mengingat keluarga korban yang tidak kondusif.
Sebelumnya, suasana lantai dua Satreskrim Polrestabes Medan mendadak heboh.
Terdengar suara amukan pihak kedua keluarga korban penganiayaan yang diduga dilakukan petugas satpam Unimed.
Kedatangan pihak keluarga korban untuk menyaksikan proses rekonstruksi di Satreskrim Polrestabes Medan, Jumat (22/3/2019).
"Tega kali kau habiskan nyawa anakku. Kau kira anakku binatang," ucap ibunda Jhony Fernando Silalahi saat menyaksikan proses rekonstruksi.
"Matikan saja pak matikan," ucap pihak keluarga yang menyaksikan rekonstruksi.
Suasana pun mulai memanas akibat peragaan yang dilakukan petugas sekuriti kampus.
Meski dikawal ketat oleh
petugas, namun, keluarga terus menerus berteriak sejadi-jadinya.
Pantauan LUDOKARTU di lokasi, Panit Pidum Ipda Toto terus berusaha menenangkan para keluarga dan kerabat korban.
Para pelaku pun dibawa dengan penjagaan yang ketat oleh petugas ke dalam ruang penyidik untuk menghindari amukan keluarga yang semakin memanas ketika melihat reka adegan.




