Kedai Teh Susu Telur (TST) Terenak dan Terkenal di Kota Medan
Kedai Teh Susu Telur (TST) Terenak dan Terkenal di Kota Medan
DOMINO99 - Teh Susu Telur yang sering disebut TST, merupakan minuman terfavorit di kalangan masyarakat Medan. Biasanya minuman ini dinikmati dengan bersantai pada malam hari dan untuk teman ngobrol atau diskusi.
Tak hanya dikenal di Kota Medan, namun TST juga dikenal di daerah lain seperti Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Kota Pekanbaru sekitarnya.
Jika di daerah Sumbar dan Pekanbaru TST merupakan singkatan dari Teh Susu Talua (talua dengan pengertian telur) dengan menggunakan bahasa kebudayaan Minangkabau.
Konon sebagian orang menyatakan minuman TST berasal dari negeri yang terkenal dengan legenda Malinkudang yaitu Sumbar atau Minangkabau.
Di daerah tersebut juga terdapat banyak lapau-lapau (kedai-kedai dalam artian bahasa Minangkabau) yang menjual TST, dan minuman ini juga menjadi khas dan favorit di daerah tersebut.
Namun, ada juga sebagian orang mengatakan TST ini berasal dari tanah Karo yang disebut minuman Teh Telur. Kabarnya, Teh Telur populer di Kota Medan dari kedai-kedai kopi, dan berjalannya waktu ini bergeser namanya menjadi TST.
Akan tetapi dari hal tersebut, tulisan saat ini tidak terlalu jauh untuk membahas secara gamblang tentang sejarah awal mulanya TST.
Melainkan, TST menjadi minuman favorit, terkenal di masyarat Kota Medan, bisanya dijual di kedai-kedai dengan harga yang tidak menguras kantong yaitu relatif murah.
Kedai-kedai yang menjual TST di Kota Medan ada tiga tempat atau daerah, dan tempat ini sudah lama dikenal menjadi patronnya serta icon tempat menjual TST.
Tempat-tempat yang menjual TST ini biasanya ramai ketika saat pukul 20.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB.
Tempat-tempat menjual minuman TST dapat di simak sebagai berikut.
1. TST Pak Haji
Barangkali sebagian orang sudah melekat dan mengenal dengan nama brend tersebut, karena kedai TST Pak Haji ini berdiri sejak tahun 1988.
Apa lagi sebagian mahasiswa dan mahasiswi didekat area tempat kedai TST tersebut. Bahkan sebagian orang mengatakan kedai TST Pak Haji merupakan patron dan icon kedai TST di Kota Medan.
Sebab, Kedai tersebut sudah dikenal dari berbagai penjuru daera di Indonesia. Hal ini terjadi karena adanya mahasiswa yang belajar ke Kota Medan dari luar daerah.
Kemudian, saat menjalankan kuliahnya di kota Medan, Kedai TST Pak Haji menjadi tempat tongkrongannya. Satu di antaranya Fadil, berasal dari Stabat yang merupakan alumni dari kampus Swasta di Kota Medan.
“Saya dari Stabat, merantau ke Kota Medan karena kuliah dan sudah tamat. Ini saya di Kota Medan karena kerja. Kalau TST Pak Haji ini memang mantap dan ini memang sudah menjadi tempat tongrongan malam la sama kawan-kawan. Ya kalau balik ke Stabat, apa lagi kawan-kawan satu perantauan dari Stabat, ya taunya kalau TST itu di Medan di TST Pak Haji,” katanya.
Tempat Kedai TST Pak Haji tesebut, terletak di Jalan Puri, Kelurahan Kota Matsum, Kecamatan Medan Area, Kota Medan. Kedai yang hampir tiap malam ramai pengunjungnya untuk menikmati secangkir TST terebut. Kompisisi secangkir TST ini terdiri dari susu, air, teh dan telur.
Dalam pantauan Tribun Medan, cara kerja meracik TST, meliputi air yang menididih dicampur teh, sebelum itu sebutir telur ayam kampung atau bisa juga dengan telur bebek, biasanya sesuai selera pesanan.
Telur tersebut diambil kuningnya saja dan di kocok pakai alat sekitar 3 menit atau sekitar 5 menit paling lama, lalu jika sudah kelihatan sudah berbuih.
Setelah itu, telur tersebut dituang ke dalam gelas, kemudian dituang air teh yang mendidih, lalu dituang susu kental manis dengan takaran sekitar lebih kurang empat sendok makan. Jadi la secangkir TST dan siap disajikan ke konsumen atau pengungjung yang memesan TST tersebut.
Owner Kedai TST Pak Haji, Ibu Lis menjelaskan bahwasanya harga segelas TSTnya begitu murah, dan tak menguras dompet pengunjung. TST-nya jika satu telur harganya sekitar Rp. 12 ribuan.
“Ya kalau TSTnya satu telur harganya Rp. 12 ribuan, kalau dua telur Rp 14 ribu, kalau tiga telur Rp 16 ribu, dan TST kita tidak memiliki cabang hanya di sini saja,” pungkasnya sambil menghitung bon pelanggan.
Ia juga menambahkan bahwa Kedai TST Pak Haji buka pada pukul 14.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB. Di kedai terebut tidak hanya menjual TST saja, melainkan cemilan seperti kacang, kue-kue, serta sate kerang. Begitu juga dengan menu makanan, nasi soto, Indomie kuah, martabak, nasi goreng, serta Mi lainnya.
“Ya kami jual bandrek, bandrek dijual bekisar Rp 10 ribu, bandrek susu Rp 12 ribu, bandrek telur Rp 15 ribu, cemilannya ada emping, kacang, kerang, kue-kue, terus ada jual nasi soto, Mi-mi dan lainnya,” ujarnya.
Tak hanya TST yang dijual minuman seperti lainnya juga dijual, fanta susu, teh manis, serta aneka jus lainnya. Harganya pun tidak begitu menguras kantong pembeli atau pengunjung.
TST Pak Haji ini juga dikatakan terenak di Kota Medan dan relatif murah, jadi wajar saja jika pengunjungnya hampir setiap hari ramai. Satu di antara pengunjung merupakan warga Jalan Amaliun, Uce, mengatakan TST Pak Haji ini sangat enak dan tiada tandingannya.
“Ya sering kemari, kadang sendiri dan kadang sama teman. Biasanya kalau ke mari pesannya TST satu telur, rasanya sangat enak la, tak ada tandingannya ini TST Pak Haji ini. Ya kalau harga relatif murah, karena harga Rp 12 ribu bisa duduk sampai berjam-jam” katanya.
Menuju tempat Kedai TST Pak Haji ini sangat mudah aksesnya dan tempat parkinya cukup lumayan. Tempatnya juga begitu sangat aman bila berlama-lama nongkrong di tempat tersebut. Kedainya juga cukup bersih dan pelayanannya begitu ramah dan santun.
2. Kedai TST di Jalan Halat
“Ya kami di sini sudah ada semenjak tahun 2004 dengan nama Asia Cafe, menu andalan memang minuman TST, sekarang harga Rp 11 ribu, O kalau dua telur itu Rp 15 ribe. Ya setahu aku di Jalan Halat ini sudah lama banyak penjual TST. Di deretan sini aja sudah berapa kedai TST. Kalau kami juga jual Mi khas Aceh dan makanan khas Aceh juga,’ ucapnya.
Khaidir juga menjelaskan tidak hanya jual minuman TST, tetapi di jalan Halat ini juga menjual aneka makanan malam dan minuman. Begitu juga di tempat cafe ia bekerja, juga menjual aneka minuman. Ia juga menjelaskan harganya rata-rata Rp 11 ribuan, dang tidak begitu menguras katong. Jika makanan terdiri dari harga sekitar Rp 12 ribuan.
Kedai-kedai TST yang ada di deretan Jalan Halat biasanya ramai pada saat weekend, jika pada hari-hari biasa tidak begitu ramai. Hampir sebagian juga kedai-kedai tersebut buka pada pukul 10.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB. Akses menuju jalan tersebut juga begitu mudah serta tempat parkir yang relatif aman.
Di sebagian kedai-kedai TST ini juga sudah di lengkapi denga fasilitas WiFi serta nonton bola bareng saat ada laga yang bermain. Satu di antara pengunjung, Rudi mengatakan bahwanya duduk sambil menikmati minum TST di Jalan Halat begitu nyaman.
“TSTnya enak-enak di sini bang, makanannya juga banyak serta murah ya bagi kami yang mahasiswa. Tidak menguras kantong la bang harganya, tempat parkir dekat sama tempat kami minum, jadi bisa lihat-lihat sepeda motor kami. Kami biasanya jam jam 21.00 WIB sampai jam-jam 03.00 WIB paling lama duduk di sini, ya kadang nonton bola kadang main catur,” ujarnya.
3. Kedai TST Deretan Simpang Jalan Ir H Juanda
Kedai TST di deretan simpang Jalan Juanda, tepat depan ruko-ruko juga menjual TST sebagai menu andalan. Sudah hampir belasan tahun juga tempat TST ini ada, biasanya juga tempat ini ramai saat weekend.
Harga yang ditawarkan juga cukup murah, segelas TST dibandrol dengan harga Rp. 10 ribu. Jika dua telur dibandrol seharga Rp 15 ribu, TSTnya juga bervarian seperti TST Cokelat seharga Rp 12 ribu. Menurut satu di antara pemilik kedai, Ilham menjelaskan bahwa kedai di sini relatif murah.
“Ya semenjak 2009 la kedai-kedai ini ada ketika bangunan ruko ini selesai la. Kalau harga di sini cukup relatif murah la bang dan terjangkau,” katanya.
Tak hanya TST, di sini juga menjual makanan seperti makanan khas Aceh yaitu Mi Aceh dan juga ada menu ayam penyet serta menu Mi-mi lainnya. Begitu juga dengan menjual sisa yang bila diisap keluar asapnya banyak. Kalau di tempat ini, kedainya biasa buka pada pukul 19.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB pagi dan itu tergantung.
Di deretan kedai ini juga menyediakan full musik dan nonton bareng pertandingan bola. Jika tempat parkir juga begitu relatif aman dan untuk akses cukup muda karena dekat langsung dengan Jalan Ir H Juanda.





