LUDOQQ BandarQ | Agen BandarQ | BandarQQ | Domino 99 | DominoQQ

Situs Bandar Judi BandarQ dan Domino99 Online

LudoQQ

Friday, March 15, 2019

DOMINO99 - 2 Tempat Angker Di Indonesia Yang Tidak Boleh Di Kunjungi

DOMINO99 - 2 Tempat Angker Di Indonesia Yang Tidak Boleh Di Kunjungi

DOMINO99 - 2 Tempat Angker Di Indonesia Yang Tidak Boleh Di Kunjungi

Hal-hal berbau mistis bukanlah sesuatu yang asing bagi orang Indonesia. Bahkan mereka yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta pun masih banyak yang memercayainya. Lihat saja, stasiun-stasiun televisi maupun radio tiap malam Jumat berlomba-lomba menayangkan program-program yang berbau horor. Dari mulai film, kisah-kisah misteri, sampai reality show

Tak heran, industri yang menjual segala sesuatu bertema supernatural menjadi lumbung emas. Buktinya jasa paranormal, restoran bertema mistis sampai tur wisata ke tempat-tempat angker masih diminati banyak orang hingga saat ini.

Berhubung sebentar lagi adalah perayaan Halloween, rasanya tak salah kalau kami turut “merayakan” bulan misteri ini dengan membagikan beberapa tempat-tempat yang diyakini paling angker di Indonesia. Dijamin, setelah membacanya Anda tak akan berani tidur sendirian…

 1. Seribu kisah horor di balik seribu pintu: Lawang Sewu, Semarang

Sebagai salah satu tempat paling angker di Indonesia, Lawang Sewu kerap dijadikan lokasi syuting beberapa reality show misteri yang menunjukkan penampakan-penampakan makhluk gaib. Bahkan konon, di internet sempat tersiar kabar bahwa salah satu peserta uji nyali di tempat ini meninggal secara tiba-tiba secara misterius tak lama setelah proses syuting.

Terletak di jantung Kota Semarang, Lawang Sewu merupakan simbol kejayaan era kolonial Belanda di Indonesia. Fisik bangunannya sendiri tampak amat megah dan modern pada jamannya. Lorong-lorong bawah tanah yang tujuan utamanya adalah sebagai ruang sirkulasi udara juga difungsikan sebagai terowongan penghubung antara kediaman Gubernur dan pelabuhan.

Di masa Pendudukan Jepang, Lawang Sewu dipergunakan sebagai markas utama mereka di Semarang.  Lorong-lorong bawah tanah yang terdapat di Gedung B dipergunakan sebagai penjara di mana para tawanan disiksa dengan kejam, lalu kepala mereka dipenggal dan ditumpuk di sudut ruangan.


2. Misteri tragedi kereta api maut: Lintasan KA Bintaro dan Stasiun Manggarai

Peristiwa naas berupa tabrakan maut antara dua kereta api yang terjadi pada Senin pagi, 19 Oktober 1987 di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam dunia transportasi Indonesia.


Lebih dari 100 nyawa melayang, beberapa dari mereka bahkan ditemukan terpental jauh dari lokasi akibat hebatnya benturan. Sedangkan korban lainnya remuk tak bernyawa di antara himpitan besi-besi. Kondisinya pada saat itu benar-benar mengerikan, bahkan butuh waktu sampai dua hari untuk mengevakuasi seluruh korban jiwa.

Anehnya, sejak peristiwa tersebut, tingkat kecelakaan maut di jalur perlintasan kereta api tersebut dikabarkan meningkat, terutama pada hari Senin. Kabarnya banyak pengemudi kendaraan yang mengaku tidak mendengar sinyal kereta yang akan lewat. Tak hanya itu, konon tak sedikit pula pejalan kaki yang berjalan di atas rel tepat ke arah kereta yang sedang melaju. Menurut keyakinan masyarakat, perilaku aneh tersebut dikarenakan para korban dirasuki oleh Hantu Budek.

Kecelakaan hebat terakhir terjadi di penghujung tahun 2013, ketika sebuah truk tangki dihajar oleh kereta api yang melaju, sehingga mengakibatkan ledakan besar dan menewaskan tujuh orang. Seketika, masyarakat pun menjuluki kejadian di perlintasan angker tersebut sebagai Tragedi Bintaro II.

Cerita soal kereta api maut belum berhenti sampai di situ. Selama berpuluh-puluh tahun, bangkai kereta api yang mengalami kecelakaan dari seluruh Jakarta dibawa dan disimpan di “kuburan kereta” di Stasiun Manggarai. Meskipun kereta-kereta tersebut sudah berhenti beroperasi, namun masyarakat percaya bahwa arwah para korban masih berada di situ. Selain penampakan arwah gentayangan, konon di malam hari saat stasiun sudah tutup sering terlihat kereta kosong tanpa penumpang yang melintas.