LUDOQQ BandarQ | Agen BandarQ | BandarQQ | Domino 99 | DominoQQ

Situs Bandar Judi BandarQ dan Domino99 Online

LudoQQ

Friday, February 15, 2019

DOMINO99 - Ketika Abu Gunung Kelud Tutupi Sebagian Pulau Jawa 5 Tahun Lalu

DOMINO99 - Ketika Abu Gunung Kelud Tutupi Sebagian Pulau Jawa 5 Tahun Lalu

DOMINO99 - Ketika Abu Gunung Kelud Tutupi Sebagian Pulau Jawa 5 Tahun Lalu



Sebagian besar warga yang tinggal di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang, Jawa Timur telah beranjak ke peraduan. Namun, malam itu, Kamis 13 Februari 2014, tepat pukul 22.55 WIB, terdengar bunyi dentuman yang sangat keras dari Gunung Kelud. Semua warga terjaga dan tidur tak lagi menjadi penting bagi mereka.

Sejarah Hari Ini (Sahrini) ludokartu.org mencatat, letusan ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Gunung Kelud pada era modern. Hujan abu akibat dampak letusan telah menerpa hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Yogyakarta, yang berjarak lebih dari 200 km dari Gunung Kelud.


Ketua Tim Pemantau Aktivitas Gunung Kelud dari PVMBG Bandung Umar Rosyadi mengatakan letusan tahun ini sangat luar biasa. Ketinggian lontaran material ke angkasa hingga radius 17 kilometer menjadi bukti besarnya daya ledak magma Gunung Kelud.

"Ini letusan terbesar sepanjang sejarah Gunung Kelud," kata Umar, di pos pemantauan Gunung Kelud Dusun Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Rabu, 26 Februari 2014.

Sesaat setelah letusan dahsyat itu, kawasan sekitar lereng gunung mengalami hujan batu dan kerikil. Hujan batu terjadi di radius 5 klometer dari kawasan puncak sedangkan hujan kerikil dikabarkan hingga radius 50 kilometer. Dampak berupa abu vulkanik pada tanggal 14 Februari 2014 dini hari dilaporkan warga telah mencapai Kabupaten Ponorogo.

Di Yogyakarta, teramati hampir seluruh wilayah tertutup abu vulkanik yang cukup pekat, melebihi abu vulkanik dari Merapi pada tahun 2010. Ketebalan abu vulkanik di kawasan Yogyakarta dan Sleman bahkan diperkirakan lebih dari 2 centimeter.

Dampak abu vulkanik juga mengarah ke arah Barat Jawa, dan dilaporkan sudah mencapai Kabupaten Ciamis, Bandung dan beberapa daerah lain di Jawa Barat. Pada 14 Februari siang hari, hujan abu dari letusan telah melumpuhkan Jawa. Tujuh bandara di Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Cilacap dan Bandung, harus ditutup lebih dari seminggu.

Akibat letusan ini pula, ratusan ribu jiwa dari 5 kabupaten yakni Kediri, Malang, Blitar, Batu dan Tulungagung harus mengungsi. Secara resmi BNPB mencatat jumlah pengungsi sehari pascaerupsi mencapai 76.388 jiwa yang sebagian besar didominasi anak-anak, lansia dan ibu-ibu.

Secara matematis, jumlah penduduk di radius 10 kilometer area terdampak letusan kurang lebih 150.000 jiwa. Kenyataannya, pada saat letusan tahun 2014 itu sebagian besar warga hingga radius 20 kilometer dari titik letusan memilih menjauh.

Dampak kerusakan yang ditimbulkan juga tak kalah dahsyat. Data dari Pemprov Jawa Timur ada 12.304 rumah yang mengalami kerusakan pascaerupsi tersebut. Sebagian besar kerusakan pada atap galvalum rumah yang roboh akibat tak mampu menahan pasir yang terhambur serta genting yang pecah tertimpa hujan batu.

Kerugian materil juga terjadi akibat penutupan bandara yang dinilai mencapai miliaran rupiah, termasuk sekitar 2 miliar rupiah di Bandara Internasional Juanda di Surabaya.

Kerusakan yang paling parah diderita sektor manufaktur dan industri pertanian. Kebun apel di Batu, Jawa Timur, membukukan kerugian hingga Rp 17,8 miliar, sedangkan industri susu membukukan kerugian lebih banyak lagi akibat susu tercemar debu dan sapi perah yang tidak mengeluarkan susu.

Meskipun kerugian materi mencapai ratusan miliar rupiah, jumlah korban jiwa tercatat hanya 4 orang, itu pun bukan akibat letusan secara langsung.

Letusan Gunung Kelud bukan sesuatu yang terjadi tiba-tiba. Sejak awal 2014, aktivitas vulkanik Gunung Kelud sudah diketahui kembali meningkat. Terjadi peningkatan jumlah kegempaan di Gunung Kelud yang didominasi oleh Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan Vulkanik Dalam (VA).

Gempa vulkanik dalam meningkat sejak 15 Januari 2014 dengan kisaran 22-157 kejadian per hari. Akhir Januari 2014, gempa vulkanik dangkal meningkat signifikan dalam kisaran 13-90 kejadian per hari atau rata-rata 37 kejadian per hari.

Berdasarkan peningkatan kegempaan vulkanik yang cukup signifikan, status Gunung Kelud dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II) pada awal Februari. Radius 2 kilometer dari puncak dikosongkan.

Hasil pemantauan menyatakan adanya peningkatan energi sejak 6 Februari. Gempa tersebar di sekitar Gunung Kelud, dengan kedalaman di bawah 5 kilometer dari bawah puncak dan umumnya terkonsentrasi pada kedalaman 1,5 kilometer sampai 2,5 kilometer.

Pada 9 Februari 2014, terjadi peningkatan energi di mana amplitudo gempa-gempa vulkanik relatif membesar dan jumlah yang meningkat. Kalkulasi hiposenter gempa-gempa vulkanik memperlihatkan sebaran gempa di sekitar Gunung Kelud dengan kedalaman mencapai 3 kilometer di bawah puncak.

Status dinaikkan dari Waspada menjadi Siaga pada pukul 16.00 WIB pada 10 Februari 2014.

Pada 13 Februari 2014, berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya Gunung Kelud, pukul 21.15 WIB status kegiatan Gunung Kelud dinaikkan dari Siaga (level III) menjadi Awas (level IV).

Masyarakat di sekitar Gunung Kelud dan pengunjung tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dan mendekati kawah. Demikian pula bagi mereka yang ada di puncak Gunung Kelud dalam radius 10 kilometer dari kawah aktif.

Pukul 22.55 WIB atau Kamis menjelang tengah malam, Gunung Kelud memuntahkan isi perutnya untuk pertama kali.