LUDOQQ BandarQ | Agen BandarQ | BandarQQ | Domino 99 | DominoQQ

Situs Bandar Judi BandarQ dan Domino99 Online

LudoQQ

Tuesday, February 5, 2019

DOMINO99 - Empat Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menewaskan Anggota IPK Ditangkap, Satu Dihadiahi Timah Panas

Empat Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menewaskan Anggota IPK Ditangkap, Satu Dihadiahi Timah Panas

Empat Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menewaskan Anggota IPK Ditangkap, Satu Dihadiahi Timah Panas


DOMINO99 - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto menegaskan pihaknya terus berupaya mengungkap kasus pengeroyokan maut yang menewaskan seorang pemuda salah seorang kader IPK di Jalan Cemara.

Kader IPK, Jarisman Saragih (22) di Jalan Cemara, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (2/2/2019) dikeroyok hingga tewas.

Ia menyampaikan sejauh ini sudah empat orang pelaku pengeroyokan yang sudah diamankan.

"Sudah ada empat orang diamankan, yang lainnya (pelaku) terus kita kejar," ujar Dadang saat melakukan pengamanan rumah duka di Desa Sampali Kecamatan Percutseituan.

Namun, pihaknya masih enggan membeberkan identitas keemapat pelaku, yang dikabarkan salah satu di antaranya diberikan tindakan tegas terukur alias ditembak.

"Nanti kita akan rilis," ujarnya.

Sementara, Ketua IPK Kota Medan Thomas Purba menegaskan menyerahkan kasus ini sepenuhnya ke pihak berwajib.

"Sejauh ini ada tiga orang yang diamankan, kami yakin ada lebih dari 20 orang (pelakunya)," ujarnya.

Ia juga mengimbau agar seluruh kader menahan diri dengan tidak melakukan aksi pembalasan dan menjaga kekondusifitasan kota Medan.

"Himbauan saya menahan diri sepanjang aparat menangkap pelaku, bila belum dilakukan kami juga tidak tinggal diam," tandasnya.

Kini, keempat pelaku berhasil diamankan petugas Satreskrim Polrestabes Medan. Keempatnya menggunakan borgol dan baju tahanan.

Pantauan LUDOKARTU di Mapolrestabes Medan, adapun barang bukti yang berhasil diamankan petugas yakni, tombak, dua unit senapan angin celurit, golok, kayu, topeng, sepatu, baju, celana

Satu pelaku dihadiahi timah panas oleh petugas.

"Ini jenis senapan angin, namun menggunakan magazine jadi peluru bisa banyak," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Selasa (5/2/2019).

Sebelumnya Ketua DPD IPK Kota Medan Thomas Purba menyatakan aksi pengeroyokan itu satu perbuatan yang tidak berprikemanusiaan, dan tidak sportif dilakukan sebuah organisasi.

"Seharusnya orang (korban) yang sudah tidak berdaya tidak boleh diperlakukan seperti itu. Satu orang dianiaya oleh puluhan orang, sungguh tidak punya prikemanusiaan," katanya kepada wartawan di Kantor DPD IPK Medan Jalan Burjamhal Medan, Senin (4/2/2019).

Ditegaskan Thomas, kejadian ini bukanlah bentrok, melainkan sebuah penghadangan, penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan puluhan orang terhadap kader IPK Labuhan Deli ketika melintas di Jalan Cemara pascamenghadiri pelantikan di Lapangan Gajah Mada, Jalan Krakatau.

"Saragih dicegat kurang lebih 50 orang. Jadi sudah perencanaan dari awal. IPK tidak ada melakukan penyerangan," tegasnya.

Masih dikatakan Thomas, selain merenggut nyawa seseorang, kejadian ini mengakibatkan satu orang kader IPK lainnya mengalami luka-luka.

"Luka tembak dan panah," katanya.

Menurutnya, pengeroyokan itu sudah direncanakan karena mereka sudah dipersenjatai.

"Kami minta polisi bertindak tegas menangkap pelaku, dan aktor intelektual dibalik kejadian ini," ujarnya.

Ia mengaku, dirinya sudah menginstruksikan kepada semua kader IPK untuk melakukan pengawalan terkait kasus tewasnya kader mereka itu.

"IPK sudah membuat satu sikap, mengawal terus kasus ini,"katanya.

Mengenai apakah ada motif lain dalam peristiwa ini, seperti berhubungan dengan penyelidikan kepolisian terkait perambahan hutan, Thomas mengatakan dirinya berpikir ini ada hubungannya.

"Mungkin ini pengalihan dari masalah kemarin. Sehingga perhatian warga teralihkan karena masalah ini," terangnya.

Maka dari itu, Thomas menyatakan siap mendukung pihak kepolisian dalam menuntaskan masalah ini. Thomas mengatakan saat ini kepolisian sudah mengamankan tiga orang terduga pelaku.

"Kalau memang kita sama-sama menginginkan Kota Medan dan Indonesia kondusif, ini harus ditindak tegas. Semua pelaku harus ditangkap, supaya ini kejadian ini tidak terulang," tegasnya.